Kamis, 28 April 2011

Operasi Plastik


Operasi plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran. Bedah plastik, berasal dari bahasa Yunani, yaitu “plastikos” yang berarti “membentuk” atau “memberi bentuk”. Ilmu ini sendiri merupakan cabang dari ilmu bedah yang bertujuan untuk mengembalikan bentuk dan fungsi yang normal dan “menyempurnakan” bentuk dengan proporsi yang “lebih baik”. Jenis  bedah  plastik  secara  umum  dibagi dua jenis : pembedahan untuk rekonstruksi dan pembedahan  untuk  kosmetik  ( Estetik ). Yang  membedakan  operasi

Rekonstruksi dan Estetik adalah dari tujuan prosedur pembedahan itu sendiri. Pada operasi rekonstruksi diusahakan mengembalikan bentuk/penampilan serta fungsi menjadi lebih baik atau lebih manusiawi setidaknya mendekati kondisi normal. Pada operasi estetik, pembedahan dilakukan pada pasien-pasien normal (sehat), namun menurut norma bentuk tubuh kurang harmonik (misalnya, hidung pesek), maka diharapkan melalui operasi bedah plastik estetik didapatkan bentuk tubuh yang mendekati sempurna.
Operasi plastik tampaknya seperti teknologi modern dan trend pada masa ini, dan banyak orang tidak menyadari bahwa operasi ini telah berkembang selama berabad-abad kehidupan manusia di bumi. Operasi plastik pertama kali dilakukan pada awal abad ke-8 SM. Pada masa itu, dokter India tua mulai menerapkan penggunaan cangkokan kulit untuk merekonstruksi bercak kulit manusia. Susrutha adalah seorang ahli bedah India kuno yang terkenal. Dia adalah dokter pertama yang nerhasil menyelesaikan konstruksi hidung. Untuk menyelesaikan operasi ini,  ia menggunakan beberapa kulit dari dahi.
Beberapa lama kemudian, Romawi mulai melaksanakan operasi plastik. Dr Heinrich von Pfolspeundt menggunakan cangkokan-cangkokan kulit dari bagian belakang lengan untuk membantu penyembuhan di Eropa. Namun, praktek operasi plastik ini tidak menjadi praktek yang umum sampai abad 19 dan 20.
Seorang dokter Amerika Serikat, Dr John Peter Mettauer dikenal sebagai dokter bedah plastik pertama Amerika. Operasi pertamanya terjadi pada tahun 1827. Pembedahan ini dilakukan pada langit-langit sumbing.
Meskipun kontribusinya besar, namun yang dianggap “Bapak Operasi Plastik Modern” adalah Sir Harold Gillies. Sir Gillies mengembangkan berbagai teknik lain dalam pengembangan operasi plastik. Penekanan adalah untuk membantu orang-orang yang wajahnya telah rusak dalam Perang Dunia I.
Bedah Plastik di Indonesia dirintis oleh Prof. Moenadjat Wiratmadja. Setelah lulus sebagai spesialis bedah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1958, beliau melanjutkan pendidikan bedah plastik di Washington University/Barnes Hospital di Amerika Serikat hingga tahun 1959. Sepulang dari luar negeri, beliau mulai mengkhususkan diri dalam memberikan pelayanan pada umum dan pendidikan bedah plastik pada mahasiswa dan asisten bedah di FKUI/RSCM. Pada tahun 1979 beliau dikukuhkan sebagai profesor dalam ilmu kedokteran di FKUI. Profesor Moenadjat Wiratmadja wafat pada tahun 1980.
Operasi plastik ada dua macam :
1.      Operasi tanpa ada unsur kesengajaan
Maksudnya adalah operasi yang dilakukan hanya untuk pengobatan dari aib (cacat) yang ada dibadan, baik karena cacat dari lahir (bawaan) seperti bibir sumbing, jari tangan atau kaki yang berlebih, dan yang kedua bisa disebabkan oleh penyakit yang akhirnya merubah sebagian anggota badan, seperti akibat dari penyakit lepra/kusta, TBC, atau karena luka bakar pada wajah akibat siraman air panas
2.      Operasi yang disengaja
Maksudnya adalah operasi yang tidak dikarenakan penyakit bawaan (turunan) atau karena kecelakaan, akan tetapi atas keinginannya sendiri untuk menambah keindahan dan mempercantik diri.
Operasi ini ada bermacam-macam, akan tetapi saya hanya menuliskan garis besarnya saja, yaitu terbagi dua, dan setiap bagian mempunyai hukum masing-masing:
a.       Operasi anggota badan
Diantaranya adalah operasi telinga, dagu, hidung, perut, payudara, pantat (maaf) dengan ditambah, dikurang atau dibuang, dengan keinginan agar terlihat cantik.
b.      Operasi mempermuda
Adapun operasi bagian kedua ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah berumur tua, dengan menarik kerutan diwajah, lengan, pantat, tangan, atau alis.

Contoh-contoh Operasi plastik adalah sebagai berikut:
1.      Butt Implant
Butt Implant adalah  operasi penambah ukuran bokong. Bahan pembesar seperti silikon atau saline disusupkan pada otot bokong. Namun, operasi ini selain menghasilkan bentuk yang tidak alami, juga resikonya sangat tinggi. Alasannya karena bokong setiap saat selalu diduduki, sehingga resiko silikon/ saline untuk pecah sangatlah tinggi. Selain pecah, resiko lainnya adalah adanya kemungkinan silikon/saline tersebut untuk bergeser ke tempat lain karena sering diduduki.
 2.      Lip Implant
Operasi menebalkan bibir, dengan bahan silikon maupun Gore-Tex. Hasilnya adalah bentuk bibir tebal yang sangat tidak alami.
Jika tidak puas dengan hasilnya maka kedua bahan ini sangat sukar untuk dikeluarkan karena sifatnya permanen. Oleh karena sulit biaya memperbaikinya sangat mahal, belum lagi resiko bibir luka dan rusak.
3.       Buccal fat pads removal
Pengangkatan kantung lemak pada pipi untuk kesan tulang pipi yang tajam /tinggi. Ketika usia bertambah maka secara alami wajah akan mengurus. Jika melakukan operasi ini, maka lama kelamaan wajah akan nampak sangat kempot, dan sampai saat ini belum ada cara untuk mengembalikan lemak tersebut ke pipi.
 4.      Operasi Payudara (Breast Augmentation/Reduction)
Untuk memperbesar atau memperkecil payudara. Dalam operasi memperbesar payudara (breast augmentation), dokter akan memasang implant yang diisi silicon atau kolagen. Untuk memperkecil payudara (breast reduction), dokter akan mengurangi jumlah jaringan payudara, lemak, serta kulit yang berlebih.
5.      Operasi Hidung (Nose Reshaping)
Seperti operasi payudara, operasi hidung dapat mengurangi maupun memperkecil ukuran hidung. Untuk membuat hidung tampak mancung, dokter akan memasang implant berupa silikon padat untuk membentuk tulang hidung. Bentuk hidung yang terlalu lebar dapat dikempiskan dengan membuang jaringan lemak yang berlebih.
 6.      Operasi Kelopak Mata (Eyelid Surgery/Blepharoplasty)
Operasi ini dilakukan dengan cara membuang lemak, jaringan, serta kulit berlebih yang terdapat di sekitar mata. Juga, dengan cara mengoreksi bentuk kelopak mata bagian atas, agar mata tampak lebih lebar.
 7.      Sedot Lemak (Lipoplasty/Liposuction)
Lemak berlebih disedot keluar tubuh dengan menggunakan alat bernama cannula. Lipsuction dapat dilakukan di berbagai bagian tubuh, mulai dari wajah, leher, perut, paha, dan sebagainya. Jumlah lemak yang dapat dikeluarkan ditentukan oleh ukuran tubuh awal pasien.
 8.      Merampingkan Perut (Tummy Tuck)
Jenis operasi ini dilakukan untuk merampingkan, mengencangkan, serta menghaluskan permukaan perut. Caranya dengan membuang lemak serta kulit berlebih yang terdapat di daerah perut. Tummy tuck juga dilakukan untuk mengencangkan otot perut. Demi efisiensi waktu serta menghemat biaya, banyak wanita melakukan tummy tuck bersamaan dengan operasi caesar.
 9.      Suntik Botulinum Toxin
Berguna untuk menghilangkan kerutan pada wajah. Caranya dengan menyuntikkan zat bernama Botulinum Toxin ke dalam tubuh. Botulinum Toxin juga dapat digunakan untuk mengecilkan otot, dalam hal ini memperhalus bentuk rahang, serta merampingkan betis. Efek Botulinum Toxin biasanya bertahan selama 4-6 bulan
10.  CheekkImplant
          Operasi ini berguna untuk menambah tinggi tulang pipi. Untuk sebagian orang, tulang pipi tinggi seperti supermodel akan menambah nilai kecantikan pada dirinya. Operasi ini dilakukan dengan memasukkan silikon lewat rongga mulut. Pipi tembem atau chubby juga bisa dihilangkan dengan menyedot lemak di bagian pipi dan mengencangkan ototnya

Seperti dikutip dari CBSNews Dr Anthony Youn, seorang ahli bedah kosmetik di Troy, Michigan menuturkan ada 8 tanda operasi plastik, yaitu:
a.        Memiliki wajah ‘tampak jahat’
Jika seseoang sebelumnya terlihat baik, lalu tiba-tiba memiliki wajah seperti orang marah maka ada kemungkinan hal tersebut akibat botox. Suntikan botox di dahi bisa mendistorsi alis, Dr Youn menyebutnya dengan wajah ‘tampak jahat’. Hal ini bisa diperbaiki oleh suntikan lagi di atas alis.
b.      Tidak memiliki kulit kendur meski berusia di atas 60 tahun
       Dr Youn menuturkan hampir semua orang yang berusia di atas 60 tahun memiliki beberapa kulit kendur atau kulit melipat di kelopak mata atas. Jadi kalau ada orang yang matanya bisa tertutup dan terbuka dengan lebar, maka kemungkinan ia sudah melakukan operasi plastik.
c.        Seperti ada kismis di telinga
Selama operasi face lift (pengencangan wajah), terkadang ahli bedah melepaskan daun telinga dari wajah dan menarik kulit dengan ketat kemudian memasang kembali daun telinga tersebut. Jika tidak dilakukan dengan benar, maka akan ada kerutan kecil seperti kismis di bagian telinga tersebut. Untuk memperbaikinya perlu pembedahan kembali.
 d.      Wajah seperti membengkak
Meskipun jarang ditemukan, tapi ada beberapa orang yang terlihat lebih muda tapi memiliki wajah membengkak seperti terisi angin. Kondisi ini bisa akibat terlalu banyak menyuntikkan lemak, sehingga harus diatasi dengan cara sedot lemak.
e.        Memiliki hidung seperti kelinci
Ketika seseorang tersenyum dan hidungnya terlihat seperti kelinci, ada kemungkinan ia menyuntikkan botox ke dalam jembatan di hidung. Hal ini untuk menyingkirkan bentuk aneh atau bentuk mengisut dari hidung.
f.        Tidak memiliki leher seperti kalkun
Seseorang yang sudah berusia di atas 50 tahun, hampir semuanya memiliki kulit seperti leher kalkun jantan di lehernya. Jadi jika ia tidak memiliki itu, ada kemungkinan ia telah melakukan operasi plastik.
g.       Memiliki bentuk bibir seperti mencibir
Biasanya bibir bawah seseorang lebih besar 50 persen dibandingkan dengan bibir atasnya. Jadi jika ada seseorang yang terlihat memiliki bibir atas lebih besar, ada kemungkinan merupakan variasi dari hasil suntikan silikon.
h.       Lihatlah ke telinga
Cobalah berbisik dan amati telinganya, karena tidak ada operasi plastik wajah yang tidak meninggalkan bekas luka di telinga. Kadang-kadang transisi kulit dari telinga terlihat jelas atau ada kulit menebal akibat bekas luka.

Dampak Operasi Plastik
Berikut merupakan dampak positif atau manfaat operasi plastik, baik operasi kosmetik atau rekonstruksi.
·         Manfaat paling jelas dari operasi plastik adalah dapat meningkatkan penampilan. Sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan rasa percaya diri dan citra tubuh yang lebih baik.
  • Operasi plastik dapat menunjang karier seseorang, dimana penampilan menjadi sorotan utamanya. Manfaat dari operasi plastik sangat dirasakan oleh kaum selebritis dalam menjalankan kariernya. Contohnya seperti Krisdayati yang melakukan operasi perbaikan bentuk hidung atau rhinoplasty, Titi Dj yang melakukan liposuction atau sedot lemak, Melly gloeslow yang juga melakukan sedot lemak dan masih banyak artis Indonesia yang lain.
  • Operasi plastik juga dapat sangat bermanfaat bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan yang dapat mengganggu penampilan mereka. Misalnya seseorang dengan memiliki payudara yang terlalu besar sering mengalami nyeri punggung yang luar biasa, sehingga dilakukan operasi plastik pengurangan payudara yang dapat mengatasi masalah penampilan dan kesehatannya. Atau rekonstruksi payudara yang dilakukan pada pasien yang menderita kanker payudara.

Sedangkan dampak negative dari operasi plastik, antara lain sebagai berikut:
  • Biaya operasi biasanya mahal dan tidak dapat ditanggungkan kepada asuransi kesehatan. Seperti untuk prosedur liposuction, seseorang pasien harus membayar sekitar Rp. 20.000.000,- atau operasi facelift sekitar Rp. 10.000.000,-
  • Kadang kala hasil operasi tidak sesuai dengan yang diinginkan pasien. Hal ini sering menjadi masalah antara harapan yang tidak sebanding dengan keterampilan dokter bedah. Mengharapkan hasil yang realistis merupakan kelemahan yang signifikan dari operasi ini.
  • Operasi ini memiliki potensi untuk adanya komplikasi. Resiko atau komplikasi tergantung dari jenis operasi yang dilakukan. Seperti pembesaran payudara, komplikasinya pendarahan, bocornya implant. Operasi liposuction beresiko depigmentasi, mati rasa, memar, nyeri., dan masih banyak lagi komplikasi lainnya.

Sudut Pandang Agama, Etik dan Kebebasan Mengenai Operasi Plastik
Operasi plastik dalam bahasa Arab disebut jirahah at-tajmil adalah operasi bedah untuk memperbaiki penampilan satu anggota tubuh yang nampak, atau untuk memperbaiki fungsinya, ketika anggota tubuh itu berkurang, hilang/lepas, atau rusak.
Hukum operasi plastik ada yang mubah dan ada yang haram. Operasi plastik yang mubah adalah yang bertujuan untuk memperbaiki cacat sejak lahir seperti bibir sumbing, atau cacat yang datang kemudian akibat kecelakaan, kebakaran, atau semisalnya, seperti wajah yang rusak akibat kebakaran/kecelakaan.
Operasi plastik untuk memperbaiki cacat yang demikian ini hukumnya adalah mubah, berdasarkan keumuman dalil yang menganjurkan untuk berobat (al-tadawiy). Nabi SAW bersabda,"Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah menurunkan pula obatnya." (HR Bukhari, no.5246). Nabi SAW bersabda pula,"Wahai hamba-hamba Allah berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan satu penyakit, kecuali menurunkan pula obatnya." (HR Tirmidzi, no.1961).
Melakukan pengobatan (operasi plastik) semacam ini terkadang bisa menjadi wajib hukumnya, yang apabila dibiarkan terus-menerus akan menyebabkan kematian, maka wajib baginya untuk berobat semampunya.
Allah SWT  berfirman yang artinya (wallahu a'lam), "dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan" Dan di ayat lain disebutkan, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu"
Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah Swt. melarang hamba-Nya membiarkan begitu saja kerusakan (penyakit) dalam dirinya. Operasi ini tidak bisa dikatakan mengubah ciptaan Allah dengan sengaja, karena operasi ini untuk pengobatan, walaupun pada akhirnya bertambah cantik atau indah pada dirinya
Adapun operasi plastik yang diharamkan, adalah yang bertujuan semata untuk mempercantik atau memperindah wajah atau tubuh, tanpa ada hajat untuk pengobatan atau memperbaiki suatu cacat. Contohnya, operasi untuk memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada, atau operasi untuk menghilangkan kerutan-kerutan tanda tua di wajah, dan sebagainya.
 Dalil keharamannya firman Allah SWT (artinya) : "dan akan aku (syaithan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". (QS An-Nisaa` : 119). Ayat ini datang sebagai kecaman atas perbuatan syaitan yang selalu mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat, di antaranya adalah mengubah ciptaan Allah. Operasi plastik untuk mempercantik diri termasuk dalam pengertian mengubah ciptaan Allah, maka hukumnya haram.
  Selain itu, terdapat hadis Nabi SAW yang melaknat perempuan yang merenggangkan gigi untuk kecantikan (HR Bukhari dan Muslim). Dalam hadis ini terdapat illat keharamannya, yaitu karena untuk mempercantik. Imam Nawawi berkata,"Dalam hadis ini ada isyarat bahwa yang haram adalah yang dilakukan untuk mencari kecantikan. Adapun kalau itu diperlukan untuk pengobatan atau karena cacat pada gigi, maka tidak apa-apa." Maka dari itu, operasi plastik untuk mempercantik diri hukumnya adalah haram.
Beberapa alasan yang menyebabkan diharmkannya operasi plastic adalah sebagai berikut:
a)      Operasi plastik merubah ciptaan Allah Swt
b)      Adanya unsur pemalsuan dan penipuan
c)      Dari sisi lain, bahwa negatifnya lebih banyak dari manfaatnya, karena bahaya yang akan terjadi sangat besar apabila operasi itu gagal, bisa menyebabkan kerusakan anggota badan bahkan kematian.
d)      Syarat pembedahan kosmetik yang dibenarkan Islam; memiliki keperluan untuk tujuan kesehatan semata-mata dan tiada niat lain; tidak dari benda yang najis/diharamkan dan  diakui doktor profesional yang ahli dalam bidang itu bahwa pembedahan akan berhasil dilakukan tanpa risiko, bahaya dan mudarat.

Berbicara tentang etika tentu tidak dapat dipisahkan dari moral, yang menyangkut aturan baik dan buruk. Setiap masyarakat memiliki standar moralitas yang pada dasarnya berfungsi melindungi diri baik di lingkungan sosial maupun masing-masing individu. Setiap masyarakat berhak melakukan apa saja yang dianggapnya baik, seperti halnya dalam melakukan operasi plastik. Meskipun dengan tujuan kecantikan, selama dalam batas kewajaran, hal tersebut boleh-boleh saja. Yang dimaksud batas kewajaran adalah hasil dari operasi plastik itu bukan untuk tujuan pornografi. Batas-batas yang disebut pornografi pun sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di masyarakat.
Orang-orang sering mengira definisi dari kebebasan adalah dapat berpikir dan bertindak semaunya. Menurut Rudolf Stener, kebebasan ada 2 yaitu kehendak bebas dan kebebasan yang bertanggung jawab. Dalam fenomena kehendak bebas, otoritas moral tidak lagi bersumber dari masyarakat, keluarga aaaatau kitab suci, melainkan hati sanubari seorang individu. Apapun keputusan untuk melakukan satu hal bergantung pada dirinya. Jadi dalam hal ini berarti setiap orang bebas melakukan operasi plastic selama dirinya berkehendak. Sedangkan menurut teori kebebasan yang bertanggung jawab, melakukan operasi plastic diperbolehkan selama resiko yang ditimbulkan dari operasi tersebut benar-benar dapat dipertanggung jawabkan terhadap dirinya sendiri dan tidak merugikan orang lain.  Artinya sgala macam resiko buruk yang kemungkinan terjadi siap diterima. Dalam mengambil keputusan ini, tentunya seseorang juga perlu berpikir matang, karena yang dimaksud bertanggung jawab dalam hal ini didasarkan otoritas di luar dirinya (peraturan, ideologi dan nilai kelompok). Di Indonesia memang tidak ada peraturan perundangan yang melarang seseorang untuk melakukan operasi plastic.
Dalam proses operasi plastic selalu melibatkan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat. Untuk menghasilkan suatu teknologi canggih yaitu operasi plastic digunakan sains sebagai proses untuk menemukannya. Jadi dengan kata lain bahwa sains sebagai proses dan produk, teknologi sebagai objek yang digunakan dan masyarakat sebagai subjek. Sedangkan lingkungan merupakan sarana pendukung dalam melakukan operasi plastic. Lingkungan yang higinies merupakan salah satu factor utama penentu keberhasilan operasi plastic.
Setiap orang yang melakukan operasi plastic khususnya bedah kosmetik bertujuan untuk mempercantik diri. Namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa definisi kecantikan yang sesungguhnya adalah kecantikan dari dalam diri yang disebut innerbeauty. Seseorang yang melakukan operasi plastik untuk tujuan tersebut sering dicap sebagai manusia yang tidak bersyukur akan karunia sang pencipta. 


DAFTAR PUSTAKA

S. Suriasumantri Jujun. 1995. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka sinar Harapan.
http://noplasticsurgery.blogspot.com/2011/01/kata-bedah-plastik-berasal-dari-bahasa.html
http://azharku.wordpress.com/2007/03/21/operasi-plastik
http://klik-brc.com/index.php?option=com_content&view=article&catid=19%3Aartikel-kesehatan&id=101%3Abahaya-operasi-plastik&Itemid=38

2 komentar:

  1. kalo ngecilin bibir seperti Krisdayanti yang fotonya di atas tadi, gimana? berapa biayanya??

    BalasHapus
  2. Menipiskan bibir biayany brp ya??

    BalasHapus